Jumat, 18 Juni 2010

cerita memoriam dalban

Waduh seneng, mbien playon nang kebon budin (singkong) ne negara sing di garap nang eyange Dalban, Kala aku nyolong budin lan godonge sing lemu2 go ganjel weteng.
Eehh malah kewenangan,tapi mbanjur diwaraih carane nandur sing bener..
Iki carane..!!!
uwite di tugel dadi telu trus cepet2 di tandur..siji di niati nggo rakyate negara si tuan tanah,,
sijine nggo awake dewek sing nandur,
siji meneh go tangga teparo,dulur2 kantet sing lagi mbutuhna.

Wuuuft..kayaknya kita,masyarakat negara,dan pemerintah nya,telah banyak yang lupa akan ajaran faham marhenisme eyange Dalban..

Cerpen anak ndeso

Di pagi yang cerah,sambil memdang teh sepet,melintaslah si laila gadis desa yang lugu juga maniz itu berangkat sekolah,,.subhanalloh,,…………!!!
Terdengar dari bisik tatangga,laila sedang di lirik oleh si mardan pemuda kaya yang baru saja pulang dari perantauan nya di luar negri (pelayaran paling},,
Kata mereka siihh,sepulang sekolah laila yang pendiam dan selalu menunduk kala bertemu lelaki,tapi juga terlihat cerewet,dan ceria jika bareng sama teman2 perempuan se bayanya..
laila terlihat risih di saat si mardan berusaha ngajak ngobrol di tengah jalan.,mardan pun dengan gagahnya,memberikan bingkisan kardus(sepertinya ayam bakar) sambil berucap.
“ini sekedar titipan dari ibu ku,buat umi mu,dan ini buat kamu,sekedar buat jajan,beli es lilin”..
whhaaoowww,,lima lembar uang seratus ribuan,ktanya untuk beli es,.kapan habisnya..

setelah kejadian itu,,kabar si mardan pemuda kaya pun bagai boom Molotov..
gadis desa yang lain makin mengidam2kan isi dompet si mardan..
disinilah kompetisi cw2 di mulai,,.
Dan ku lihat ada wajah yang menor bodi seksy,pakaian lumayan sopan,,,uuuiiihhh gila beneerr,..”(si laila yg lugu saja di kasih ratusan ribu…apa lagi yang ini ...)”..
Dia menghampiri si mardan yang sedang ngopi2 bareng di teras rumah nya,,
Dengan serta merta mereka sedikit bengong,dg senyuman yang menggelitik..
Mardan pun menyapa dg nada menggoda… “hay,,mau kemana,,kok tumben”
Dia pun menjawab dg nda halus..”daleeem,,enggih niki..mau jalan2 mass” sambil melirik dg matanya yang menggoda..
Dengan sepontan si mardan mengambil uang di dompetnya yang tebal,,
dan menjulurkan uang..”nih sekedar buat belanja di indomaret”
Dia menjawab rada sinis,,”masa segini mas.kurang,tambah lagi doong.”
Teman mardan pun menimpali pertanyaan..”bejo bejo…emange kerokan jenggot berapa,,tiga ribu cukup kan”…
Mardan berkata sambil tertawa..:”jenggot karo kumise di kerok disit joo,,ngko nembe dadi banci..”
Hehehe,,.si Dia adalah si bejo,jadi banci tanpa modal..

Cerpen Wanyad

Kegilaan temanku yang satu ini memang tak patut terjamah oleh pikiran.dia suka banget ngupil di tempat umum,tapi membuat aku PD ne the polll,krena aku jadi merasa paling ganteng ketika bersamanya,,kgkgkg,,.
Kemaren saat kita duduk bareng di pertelon,dia sedikit curhat tentang keluh kesah hatinya,,
‘Aku ingin berjuang untuk agamaku,karena puncak dari manusia beragama adalah perjuangan”ucap dia dengan penuh semangat penghayatan dan keyakinan.,membuat
aku malu sekligus salut,pada teman ku itu.
Bergegas aku pun bertanya,karena aku sangat antusias pada apa yang ia katakn.
”trus apa yang harus kita lakukan?”
Jawabnya dg nada lirih,,“Ahhh tapi beginilah keadaanku,mungkin hanya untuk mimpi saja….
Sudah punya himmah yang baik pun aku sudah bombong dan mensyukurinya”,ucapnya dengan wjah pesimis,

Aku pun terus ingin bertanya lagi “Emang nya obsesi kamu ingin jadi apa…??? Kan katanya “ada obsesi,ada jalan”..

Temanku pun menjwab seakan tanpa ada ragu,‘Aku ingin jadi anggota anshor atau banser,tuk bentuk perjuangan ku lewat organisasi itu’,
Tapi mengapa coba,,,,,ustadku yang sering kasih solusi pun seperti tak menytujuinya,apa lagi kang rosim tukang nderes yang berbadan kekar itu,aku malah di ejek se maunya,,,.
Mereka harus bagaimana atau,aku yang hrus bagai mana??

Emang ide-ida temanku itu memang gila tapi brilian,,walaupun mimpi manjadi anggota anshor atau banser itu sah sah saja,tapi tetap temanku itu uuwwedan tenan..
Setelah beberapa hari aku mampir kerumahnya,disitu ada temanku tadi sedang duduk di samping ibunya,..aku pun duduk di teras sambil nguping percakapan mereka..

Tanya teman ku pada ibunya..
“bu,,aku minta doa dan restunya,,aku besok mau jadi anggota anshor atau banser,agar aku bisa meneruskan perjuangan bapa…

Ibunya pun sepontan menjawab dengan suara nya yang serak-serak cemether,,.
Ooowwalah,,,..jo nyleneh thoo..
Kamu kan putri ibu satu satunya,,ikut fatayat ato muslimat ae yho nduuu’ ndu’…
ben koyo' ibuk iki lhoo...

lho..!!


Catatan Wanyad..

Kamis, 17 Juni 2010

istilah tawakal

Dari segi bahasa, tawakal berasal dari kata ‘tawakala’ yang memiliki arti; menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan. (Munawir, 1984 : 1687). Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT.

Sedangkan dari segi istilahnya, tawakal didefinisikan oleh beberapa ulama salaf, yang sesungguhnya memiliki muara yang sama. Diantara definisi mereka adalah:
1. Menurut Imam Ahmad bin Hambal.
Tawakal merupakan aktivias hati, artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/ Tahdzib Madarijis Salikin, tt : 337)
2. Ibnu Qoyim al-Jauzi
“Tawakal merupakan amalan dan ubudiyah (baca; penghambaan) hati dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah, tsiqah terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala ‘kecukupan’ bagi dirinya…, dengan tetap melaksanakan ‘sebab-sebab’ (baca ; faktor-faktor yang mengarakhkannya pada sesuatu yang dicarinya) serta usaha keras untuk dapat memperolehnya.” (Al-Jauzi/ Arruh fi Kalam ala Arwahil Amwat wal Ahya’ bidalail minal Kitab was Sunnah, 1975 : 254)

Sebagian ulama salafuna shaleh lainnya memberikan komentar beragam mengenai pernak pernik takawal, diantaranya adalah ungkapan : Jika dikatakan bahwa Dinul Islam secara umum meliputi dua aspek; yaitu al-isti’anah (meminta pertolongan Allah) dan al-inabah (taubat kepada Allah), maka tawakal merupakan setengah dari komponen Dinul Islam. Karena tawakal merupakan repleksi dari al-isti’anah (meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT) : Seseorang yang hanya meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah, menyandarkan dirinya hanya kepada-Nya, maka pada hakekatnya ia bertawakal kepada Allah.
Salafus saleh lainnya, Sahl bin Abdillah al-Tasattiri juga mengemukakan bahwa ‘ilmu merupakan jalan menuju penghambaan kepada Allah. Penghambaan merupakan jalan menuju kewara’an (sifat menjauhkan diri dari segala kemaksiatan). Kewaraan merupakan jalan mmenuju pada kezuhudan. Dan kezuhudan merupakan jalan menuju pada ketawakalan. (Al-Jauzi, tt : 336)
Tawakal merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam Islam. Oleh karena itulah, kita dapat melihat, banyak sekali ayat-ayat ataupun hadits-hadits yang memiliki muatan mengenai tawakal kepada Allah SWT. Demikian juga para salafus shaleh, juga sangat memperhatikan masalah ini. Sehingga mereka memiliki ungkapan-ungkapan khusus mengenai tawakal.

Sedangkan dari segi istilahnya, tawakal didefinisikan oleh beberapa ulama salaf, yang sesungguhnya memiliki muara yang sama. Diantara definisi mereka adalah:
1. Menurut Imam Ahmad bin Hambal.
Tawakal merupakan aktivias hati, artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/ Tahdzib Madarijis Salikin, tt : 337)
2. Ibnu Qoyim al-Jauzi
“Tawakal merupakan amalan dan ubudiyah (baca; penghambaan) hati dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah, tsiqah terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala ‘kecukupan’ bagi dirinya…, dengan tetap melaksanakan ‘sebab-sebab’ (baca ; faktor-faktor yang mengarakhkannya pada sesuatu yang dicarinya) serta usaha keras untuk dapat memperolehnya.” (Al-Jauzi/ Arruh fi Kalam ala Arwahil Amwat wal Ahya’ bidalail minal Kitab was Sunnah, 1975 : 254)

Sebagian ulama salafuna shaleh lainnya memberikan komentar beragam mengenai pernak pernik takawal, diantaranya adalah ungkapan : Jika dikatakan bahwa Dinul Islam secara umum meliputi dua aspek; yaitu al-isti’anah (meminta pertolongan Allah) dan al-inabah (taubat kepada Allah), maka tawakal merupakan setengah dari komponen Dinul Islam. Karena tawakal merupakan repleksi dari al-isti’anah (meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT) : Seseorang yang hanya meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah, menyandarkan dirinya hanya kepada-Nya, maka pada hakekatnya ia bertawakal kepada Allah.
Salafus saleh lainnya, Sahl bin Abdillah al-Tasattiri juga mengemukakan bahwa ‘ilmu merupakan jalan menuju penghambaan kepada Allah. Penghambaan merupakan jalan menuju kewara’an (sifat menjauhkan diri dari segala kemaksiatan). Kewaraan merupakan jalan mmenuju pada kezuhudan. Dan kezuhudan merupakan jalan menuju pada ketawakalan. (Al-Jauzi, tt : 336)
Tawakal merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam Islam. Oleh karena itulah, kita dapat melihat, banyak sekali ayat-ayat ataupun hadits-hadits yang memiliki muatan mengenai tawakal kepada Allah SWT. Demikian juga para salafus shaleh, juga sangat memperhatikan masalah ini. Sehingga mereka memiliki ungkapan-ungkapan khusus mengenai tawakal.

Derajat Tawakal
Tawakal merupakan gabungan berbagai unsur yang menjadi satu, dimana tawakal tidak dapat terealisasikan tanpa adanya unsur-unsur tersebut. Unsur-unsur ini juga merupakan derajat dari tawakal itu sendiri:
1. (معرفة بالرب وصفاته)
Derajat pertama dari tawakal adalah : Ma’rifat kepada Allah SWT dengan segala sifat-sifat-Nya minimal meliputi tentang kekuasaan-Nya keagungan-Nya, keluasan ilmu-Nya, keluasan kekayaan-Nya, bahwa segala urusan akan kembali pada-Nya, dan segala sesuatu terjadi karena kehendak-Nya, dsb.
2. (إثبات في الأسباب والمسببات)
Derajat tawakal yang kedua adalah : Memiliki keyakinan akan keharusan melakukan usaha. Karena siapa yang menafikan keharusan adanya usaha, maka tawakalnya tidak benar sama sekali. Seperti seseorang yang ingin pergi haji, kemudian dia hanya duduk di rumahnya, maka sampai kapanpun ia tidak akan pernah sampai ke Mekah. Namun hendaknya ia memulai dengan menabung, kemudian pergi kesana denan kendaraan yang dapat menyampaikannya ke tujuannya tersebut.
3. (رسوخ القلب في مقام توحيد التوكل)
Derajat Tawakal yang ketiga adalah : Adanya ketetapan hati dalam mentauhidkan (mengesakan) Dzat yang ditawakali, yaitu Allah SWT. Karena tawakal memang harus disertai dengan keyakinan akan ketauhidan Allah. Jika hati memiliki ikatan kesyirikan-kesyirikan dengan sesuatu selain Allah, maka batallah ketawakalannya.
4. (اعتماد القلب على الله، واستناده إليه، وسكونه إليه)
Derajat tawakal yang keempat adalah : Menyandarkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah SWT, dan menjadikan situasi bahwa hati yang tenang hanyalah ketika mengingatkan diri kepada-Nya. Hal ini seperti kondisi seorang bayi, yang hanya bisa tenang dan tentram bila berada di susuan ibunya. Demikian juga seorang hamba yang bertawakal, dia hanya akan bisa tenang dan tentram jika berada di ‘susuan’ Allah SWT.
5. (حسن الظن بالله عز وجل)
Derajat tawakal yang kelimana adalah : Husnudzan (baca ; berbaik sangka) terhadap Allah SWT. Karena tidak mungkin seseorang bertawakal terhadap sesuatu yang dia bersu’udzan kepadanya. Tawakal hanya dapat dilakukan terhadap sesuatu yang dihusndzani dan yang diharapkannya.
6. (استسلام القلب له)
Derajat Tawakal yang keeman adalah : Memasrahkan jiwa sepenuhya hanya kepada Allah SWT. Karena orang yang bertawakal harus sepenuh hatinya menyerahkan segala sesuatu terhadap yang ditawakali. Tawakal tidak akan mungkin terjadi, jika tidak dengan sepenuh hati memasrahkan hatinya kepada Allah.
7. (التفويض)
Derajat tawakal yang ketujuh yaitu : Menyerahkan, mewakilkan, mengharapkan, dan memasrahkan segala sesuatu hanya kepada Allah SWT. Dan hal inilah yang merupakan hakekat dari tawakal. Allah SWT berfirman: (QS. 40 : 44)
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan
hamba-hamba-Nya".
Seorang hamba yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah, maka ia tidak akan berbuat melainkan dengan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah. Karena dia yakin, bahwa Allah tidak akan menetapkan sesuatu kecuali yang terbaik bagi dirinya baik di dunia maupun di akhirat.

Senin, 07 Juni 2010

nura khabita

nura khabita 

 

Kesempurnaan terindah dalam hidup ini adalah kesempurnaan bertauhid.

Muhammad, Muhammad, Muhammad, ringan deritaku bila ingat deritamu. . . Sholluu 'alaih. . .

Hidupnya kaya, tapi tak semestinya. . NGERI. . . Hanya Allah yang Tahu, kemana dahulu stelah dia mati sblum benar2 kembali. . . Wajiblah kita peduli pd kematian kita sendiri. . . .

meski byk pahit tp jika ridlo pun berubah manis. .

Keblinger temenan... Aku berlindung dr yang demikian hanya padaMu.. DUH GUSTI.. jamane jaman markup..

Siapayang tahu dirinya sendiri maka dia tahu Tuhannya. Orang yg tahu Tuhan pasti tidak akan merusak bumi. Nah, kalau org sekarg byk yg mbuat krusakan dbumi,berarti byk orang yg tak tahu diri... Berarti jaman moderen adalah jaman orang2 tak tahu diri. . . .

Apa kabar hatikuh hatimuh? Masihkah ia tawadhu sejuk sebening embun dipucuk daun?? Apa kabar nafsumu? Sudahkah ia terkendali oleh imanmu pada Maha Satu,,

Rasakanlah dikeheningan betapa sejuk terdengar..Tetesan bening mata air abadi di tepian telaga surga dalam hati..

 

embun sirih..

 nura khabita 

 Jangan kau hinakan aku dengan kesombongan dalam ketaatan... juga dalam ma'siyat yang taak kunjung dipertaubatkan... bagaimana aku menghadapMU dalam keadaan seperti itu?? sedang KAU adalah YANG MAHA SUCI

Semakin dekat dgMu, semakin jauh... >>Jauh mengenalMu...

Antara iman,mengimani,dan keimanan. . . Yakin,meyakini,dan keyakinan?

Terkadang aku berselancar diatasnya... Namun kadang juga terpelanting dan dimakan oleh buasnya ombak yang deburnya menggetarkan selaput jantungku...

Ohhh indahnya malming. Menceburkan diri dlm samudera ekstase yg tenang namun penuh gejolak...

Duhai Rahasiaku yang tak pernah terjamah oleh kedua bola mataku... Duhai Penggenggam hatiku.. Aku disini menanti saat perjumpaan megah dgMu.. Dalam samudra tanpa batas ketenangan yg penuh gelombang mahabbahmu... Hijab kehinaan ini sungguh tlah melekat, sucikanlah..

Kita harus menjadi Tuan bukan Budak kehidupan kita, Namun kehidupan kita juga tak ada tanpa Hidup yg diberi oleh Yang Maha Hidup... Lalu Apa yang kita miliki? Sungguh tidak ada...

dunia itu indah dan akherat itu kekal, dmikian kata2 manusia yg berpangkal pd hawa nafsu.. Begitu yg aku dapat dari ngaji di hari minggu yg lalu

percaya adanya Allah.... lebih mudah dari mempercayai dengan sepenuh hati beserta segenap kepasrahan jiwa atas kebesaran,kekuasaan,ketetapan,dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa...

Berjalan menuju keharibaan ALLAH sungguh terasa amat berat.. Tapi Tidak jika Dia telah menghendaki.. DIA akan menberi petunjuk,dan tidak pula menyia2kan iman kita.. Dia Maha Pengasih lg Maha Penyayang

ora kon ngecet langit sing biru dadi putih, tapi kon dadi hambane Gusti Allah. . . .

Yang penting kamu harus ngerti antara gaya hidup dan paham ttg hidup, begitu kata beliau.

Ya Allah, Kau Maha Mengetahui siapa diantara kami yg benar2 berislam dan beriman... Jadikan kami orang2 yg teguh padaMu dalam pelarian kami padaMu atas fitnah yang Kau ujikan pada kami, karna kami yakin Englaulah sebenar2nya tmpt kembali..

Sejarah yang terlalu byk warna membuatku bingung untuk menguraikannya.. Akhirnya, ku sebut saja ; SEJARAH TANPA WARNA

Dawuhipun Si Mbah Kakung: dadia wong sing gelem ngaji, sholat, makaryo, bekti wong tuwa, pola hdup sderhana, lan akeh syukure..

Birunya langit,hijaunya dedaunan,putihnya awan,beningnya air, cukup menghiburku,,

Kalau ada yg memuji itu datang dari Allah, sedang yg dipuji juga ciptaan Allah, Allah memang Paling berhak memuji diriNya sendiri..

Gagalnya keimanan terhadap Nabi dan Rasul,maka terputuslah Rahmat Ridlo dan Syafaat Allah... Dan hal itu adlh kecelakaan besar yang tak tertolongkan..... Na'udzubillah.

masih banyak langkah harus dijalani.... mestinya tak perlu hiraukan hal2 yang semu...

Siapa saja yg meminta pada Allah untk djadikan orang sabar, pasti Dia mendatangkan pada mereka ujian ujian... :)

 

nura khabita