Senin, 07 Juni 2010

embun sirih..

 nura khabita 

 Jangan kau hinakan aku dengan kesombongan dalam ketaatan... juga dalam ma'siyat yang taak kunjung dipertaubatkan... bagaimana aku menghadapMU dalam keadaan seperti itu?? sedang KAU adalah YANG MAHA SUCI

Semakin dekat dgMu, semakin jauh... >>Jauh mengenalMu...

Antara iman,mengimani,dan keimanan. . . Yakin,meyakini,dan keyakinan?

Terkadang aku berselancar diatasnya... Namun kadang juga terpelanting dan dimakan oleh buasnya ombak yang deburnya menggetarkan selaput jantungku...

Ohhh indahnya malming. Menceburkan diri dlm samudera ekstase yg tenang namun penuh gejolak...

Duhai Rahasiaku yang tak pernah terjamah oleh kedua bola mataku... Duhai Penggenggam hatiku.. Aku disini menanti saat perjumpaan megah dgMu.. Dalam samudra tanpa batas ketenangan yg penuh gelombang mahabbahmu... Hijab kehinaan ini sungguh tlah melekat, sucikanlah..

Kita harus menjadi Tuan bukan Budak kehidupan kita, Namun kehidupan kita juga tak ada tanpa Hidup yg diberi oleh Yang Maha Hidup... Lalu Apa yang kita miliki? Sungguh tidak ada...

dunia itu indah dan akherat itu kekal, dmikian kata2 manusia yg berpangkal pd hawa nafsu.. Begitu yg aku dapat dari ngaji di hari minggu yg lalu

percaya adanya Allah.... lebih mudah dari mempercayai dengan sepenuh hati beserta segenap kepasrahan jiwa atas kebesaran,kekuasaan,ketetapan,dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa...

Berjalan menuju keharibaan ALLAH sungguh terasa amat berat.. Tapi Tidak jika Dia telah menghendaki.. DIA akan menberi petunjuk,dan tidak pula menyia2kan iman kita.. Dia Maha Pengasih lg Maha Penyayang

ora kon ngecet langit sing biru dadi putih, tapi kon dadi hambane Gusti Allah. . . .

Yang penting kamu harus ngerti antara gaya hidup dan paham ttg hidup, begitu kata beliau.

Ya Allah, Kau Maha Mengetahui siapa diantara kami yg benar2 berislam dan beriman... Jadikan kami orang2 yg teguh padaMu dalam pelarian kami padaMu atas fitnah yang Kau ujikan pada kami, karna kami yakin Englaulah sebenar2nya tmpt kembali..

Sejarah yang terlalu byk warna membuatku bingung untuk menguraikannya.. Akhirnya, ku sebut saja ; SEJARAH TANPA WARNA

Dawuhipun Si Mbah Kakung: dadia wong sing gelem ngaji, sholat, makaryo, bekti wong tuwa, pola hdup sderhana, lan akeh syukure..

Birunya langit,hijaunya dedaunan,putihnya awan,beningnya air, cukup menghiburku,,

Kalau ada yg memuji itu datang dari Allah, sedang yg dipuji juga ciptaan Allah, Allah memang Paling berhak memuji diriNya sendiri..

Gagalnya keimanan terhadap Nabi dan Rasul,maka terputuslah Rahmat Ridlo dan Syafaat Allah... Dan hal itu adlh kecelakaan besar yang tak tertolongkan..... Na'udzubillah.

masih banyak langkah harus dijalani.... mestinya tak perlu hiraukan hal2 yang semu...

Siapa saja yg meminta pada Allah untk djadikan orang sabar, pasti Dia mendatangkan pada mereka ujian ujian... :)

 

nura khabita