Jumat, 16 April 2010

BERFIKIR SEBELUM MELANGKAH

KALA MENGAMBIL RESIKO...

Tertawa beresiko memperlihatkan kebodohan.
Menangis beresiko memperlihatkan kecengengan.
Bertemu orang lain beresiko memperlihatkan keterlibatan.
Menunjukkan perasaan beresiko menunjukkan diri Anda yang sebenarnya.
Mengemukakan gagasan-gagasan, impian-impian Anda di hadapan umum beresiko kehilangan mereka.
Mencintai beresiko untuk tidak dicintai.
Hidup beresiko mati.
Berharap beresiko putus asa.
Mencoba beresiko gagal.


Tetapi resiko harus diambil, karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak mengambil resiko apa pun. Orang yang tidak mengambil resiko, tidak melakukan apa pun, tidak memiliki apa pun, dan tidak berarti apa-apa. Mereka dapat terhindar dari penderitaan dan kesedihan, tetapi mereka tidak dapat belajar, merasakan, berubah, bertumbuh, mencintai atau hidup. Mereka adalah budak-budak yang dikungkung oleh sikap mereka sendiri, yakni kehilangan kebebasan. Orang yang merdeka hanyalah mereka yang berani mengambil resiko.

Ada sebuah kisah tentang seseorang yang bertanya kepada petani apakah ia telah menanam gandum untuk musim itu. Petani itu menjawab, “Belum, saya takut hujan tidak akan turun.” Orang itu bertanya lagi, “Apakah Anda menanam jagung?” Petani itu menjawab, “Tidak, saya takut akan diserang serangga.” Kemudian orang itu bertanya lagi, “Jadi, apa yang Anda tanam?” Petani itu menjawab, “Tidak ada. Saya tidak mau mengambil resiko.”

Kesuksesan mencakup juga keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan. Mengambil resiko tidak berarti berspekulasi secara bodoh dan berprilaku tanpa tanggung jawab.

Rabu, 14 April 2010

MUTIARA KASIH HIDUP


Kaidah Kehidupan


Marah adalah kondisi dimana lidah bekeja lebih cepat dibandingkan pikiran.

Kita tak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa menghancurkan tabiat buruk masa kini karena mencemaskan masa depan.

Mencinta dan Anda akan dicinta.

Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang membiarkan Tuhan yang menentukan pilihan.

Semua orang tersenyum dengan bahasa bahasa yang sama.

Ucapan Salam adalah hadiah besar. Satu ukuran cocok untuk semua orang. Bisa diberikan kapan saja dan mudah saling tukar.

Semua orang perlu dicintai, terutama ketika mereka tidak pantas menerimanya.

Nilai sejati dari manusia adalah kekayaan yang ditanamkannya di akhirat.

Semua orang punya keindahan, tapi tidak semua orang bisa melihatnya.

Penting bagi orangtua untuk hidup sesuai apa yang mereka ajarkan.

Berterima kasih kepada Alloh dengan untuk segala yang Anda miliki, percaya pada Alloh untuk semua yang Anda perlukan.

Jika Anda mengisi hati dengan penyesalan masa lalu dan keceamsan-kecemasan hari esok, Anda tak punya hari ini untuk disyukuri.

Kenangan bahagia tak pernah membosankan. Hidupkan kembali sesering yang Anda inginkan.

Rumah adalah tempat dimana kita paling sering menggerutu, tapi sering diperlakukan terbaik.

Manusia melihat penampilan luar, Tuhan melihat hati.

Pilihan yang Anda buat hari ini biasanya akan mempengaruhi hari esok.

Luangkan waktu untuk istirahat, karena istirahat adalah musik jiwa.

Jika seseorang menjelekkan Anda, anggap saja tak seorang pun akan percaya kepadanya.

Cinta dikuatkan dengan menyelesaikan konflik bersama.

Cinta adalah satu-satunya hal yang bisa dibagi-bagi tanpa menjadi berkurang.

Hal terbaik yang bisa dilakukan orangtua untuk anak-anak mereka adalah saling mengasihi dan menghormati satu sama lain.

Kata kasar tak akan mematahkan tulang, tapi menyakiti hati.

Untuk keluar dari kesulitan, biasanya seseorang harus menjalaninya.

Kebahagiaan dapat dikuatkan orang lain, tapi tak pernah tergantung pada orang lain.

Untuk setiap menit Anda marah dengan seseorang, Anda kehilangan 60 detik kebahagiaan yang tak akan diraih kembali.

Lakukan apa yang bisa Anda lakukan, menurut apa yang Anda lakukan, dengan apa yang Anda miliki, dan dimana Anda berada.

Hadiah terbaik untuk diberikan :
- Kepada teman adalah kesetiaan
- Kepada musuh adalah pemaafan
- Kepada guru adalah ta'dzim dan pelayanan
- Kepada anak adalah suri tauladan
- Kepada orangtua adalah patuh dan kesediaan
- Kepada sesama adalah cinta dan kasihsayang
- Kepada Tuhan adalah hidup dan pengabdian kita

Essalavi Country

MIMPI DAN SURAT untuk adikku dan saudara saudara ku

ASSALAMUALAIKUM Wr Wb........
Selama ini santri lulusan pondok pesantren masih sedikit yang membahas suatu permasalahan dengan menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum. Padahal ilmu-ilmu umum sangat mendukung terhadap permasalahan agama.
Contoh kecil dalam permasalahan zakat misalnya, untuk menghitung berapa zakat yang harus dikeluarkan, dibutuhkan ilmu hitung atau matematika agar jawaban yang diperoleh lebih akurat.
Lebih lanjut jika pembahasan yang diambil itu adalah tentang al-Quran yang kebetulan ayat-ayatnya mengisyaratkan untuk menjelaskan ilmu-ilmu umum, maka untuk mendapatkan informasi lebih tentang itu, tentunya harus mempelajari dan mengkaji ilmu-ilmu umum, baru kemudian dicocokan dengan ayat tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab ketika menafsirkan surat ad-Dzariat ayat 47,an langit kami bangun dengan ’tangan-tangan’ Kami, dan sesunguhnya Kami benar-benar Maha Meluaskan” Maksud dari kata meluaskan menurut beliau adalah bahwa alam semesta yang kita huni ini terus menerus berkembang dan berkembang.Ini dikenal dengan teori ekspansi. Teori tersebut menjelaskan nebula di luar galaksi tempat kita tinggal, menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-beda. Karena jauh sebelum kita menempati planet ini, tata surya dan berbagai macam galaksi sudah terbentuk terlebih dahulu tetapi belum ada kesempurnaan.
Begitulah kira-kira hasil penggabungan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum. Ilmu-ilmu umum menjadi penunjang bagi ilmu-ilmu agama serta menjadi tambahan khazanah Islami.Sebelum mempelajari suatu ilmu dan beranjak untuk membahas suatu permasalahan, terlebih dahulu kita harus mengetahui mana ilmu inti dan mana ilmu bantu. Apakah al Quran, ilmu tafsir, hadits, fiqh termasuk ilmu inti? Dan ilmu biologi, matematika, sosiologi, fisika termasuk ilmu bantu,Sehingga konsentrasi terhadap ilmu-ilmu agama bisa lebih optimal.
Perlu adanya penjelasan tentang hal itu agar kita tidak terkecoh oleh pelajaran-pelajaran yang dipelajari. Karena pembahasan yang diambil menyangkut permasalahan agama.
Untuk menggabungkan antara ilmu agama dan ilmu umum tentu tidaklah mudah. Karena dibutuhkan suatu ketelitian dan kesabaran serta wawasan yang memadai.
Dan bagi para pelajar ilmu umum pun di perlukan dalam kesinambungan tuk bentuk masyarakat yang berpendidikan yang islami.justru akan lebih di perlukan keaktifan tuk menggali,dan pahami tentang hukum islam,disamping untuk membimbing diri sendiri,juga untuk keluarga,dan masyarakat.
Dengan begitu kemampuan seorang santri dan pelajar umum,bisa saling mengisi dengan memberi dan mengambil manfaat.tidak hanya sebatas sebagai seorang makmum,pekerja keras,aktifis,da’i, imam tahlil, imam masjid. Melainkan seorang santri dan pelajar yang hebat,berpengetahuan yang luas serta berkeyakinan teguh terhadap agama Islam.

Namun semua itu tak lepas dari konsep konsep seorang santri,dan pelajar formal yang menjunjung tinggi tawadu',semangat,kreatif dan keqona'ahaan,
Semoga sobat sobat yang sedang ber ta'alum(belajar),selalu di beri rakmat,berkah dan maghfiroh alloh subhanahuwata'ala,
dan menjadi rokhmatan lila'lamin,setelah terjun nanti di masyarakat..

Sabtu, 10 April 2010

BAHAGIA RASANYA BILA BERSAMAMU.......



Shalikhah shalikhah                  
dan Shalihah ITULAH kata-kata yang sering di bicarakan di sekitarku...
memang siiihh....pria mana yang tak mendambakannya....tapi bagaimana solikhah itu sendiri.kebeneran ada yang kasih tau aku,,katanya..............
sholikhah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).

Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.
Si shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

  Mba shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.

 Ning shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.
Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos" tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.
Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.

Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi
gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya."

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. 
 

Jumat, 09 April 2010

BANGUN DARI KETIDAKSADARAN

Catatan Hanif Asmoro: 

Bangun dari ketidaksadaran

Wahai juwita malam...
Kau kini telah memberikan cintamu kepada sang pangeranmu yg kau cintai dan mencintaimu
Dan kau akan mendapatkan kesenangan di tempat-tempat yg tersembunyi dan kebahagiaan didalam rahasia-rahasia cinta itu sendiri...
Aku memang lelaki malang...
Aku bangun dari ketidaksadaranku bahwa aku tidak mampu menyentuh jiwamu dengan bara api cintaku yang menyala-nyala.
Aku sadar tak mampu membangkitkan rohmu dengan nyanyia-nyanyian sedih kemiskinanku...
Akulah memang lelaki malang...
aku hidup dan mendendangkan nyanyian dan hidup bersama nyanyian dalam bayang-banyang kemiskinan,
berdendang yang menggemakan aib dari ketololanku...
Akulah memang lelaki malang...
Kau yang aku cintai...burung cantik yang kuberi makan dengan biji-bijian jiwaku
dan kuberi minum cahaya mataku....kepada siapa tulang-tulangku kujadikan rumah..?
dan kekuatan bathinku kujadikan sarangnya....
Kini kau telah pergi...
Terbang meninggalkanku kesarang yang lain...sarang yang lebih empuk dan lebih nyaman...
Tidak seperti sarang yang kupersembahkan..
sarang yang dianyam dari ranting-ranting berduri...
makan makanan tumbuhan berduri...
dan tempayak yang dicuci dengan racun yang pahit...
tidak seperti sarang yang kini kau singgahi....
sarang yang penuh kemegahan...kau akan dijadikan ratu di istananya yang indah beserta seluruh pelayannya...
kau didandani dengansutera dan menghiasi kepalamu lehermu dan tanganmu dengan perhiasan dan batu mulia yang sangat mahal...
kaupun akan selalu tersenyum penuh kebanggaan dan kemegahan...serta kemenangan...
Sementara aku lelaki yang malang...
telahpun cukup merasakan kepedihan dan penderitaan...
Wahai Padma kinasih....!!
bertahun-tahun aku telah tertindas oleh nyanyianku sendiri, tersiksa oleh nada-nadanya...
menangis dengan alunannya....pedih oleh syair-syairnya...
Dan Wahai kau yang aku cintai....kini
Kau menjadi semacam nyanyian kebisuan yang terpancar dari si yatim piatu yang merindukan arwah sang ibu di surga...
kerinduanku berubah menjadi penderitaan bisu yang tak dapat melihat apapun kecuali penderitaan itu sendiri...
asmara yang telah meneteskan air mata kini menjadi kebingungan yang meneteskan darah dari hatiku....Rintihan kerinduanku telah menjadi doa yang terus mengalir untuk kebahagiaanmu...
namun semua harapan dan doa-doaku ternyata sia-sia sebab kesedihan adalah penyakit jiwa yangtidak bisa disembuhkan dengan apapun kecuali oleh...KEMATIAN......
Aku tak mampu melihat apa yang ada dibalik sesuatu hingga
kau masih tetap tinggal dalam rumah hatiku...?

SYAIR-SYAIR IMAM AS-SYAFI'I

TIPUAN PALSU
Aku melihat tipu muslihat dunia,
tatkala ia bertenggerdi atas kepala-kepala manusia,
dan membincangkan manusia-manusia yang terkena
tipunya.
Bagi mereka,
Orang sepertiku tampak amat tak berharga.
Aku disamakan olehnya,
dengan anak kecil yang sedang bermain di jalanan.


MENCINTAI AKHIRAT
Duhai orang yang senang memeluk dunia fana,
Yang tak kenal pagi dan sore dalam mencari dunia,
Hendaklah engkau tinggalkan pelukan mesramu,
kepada duniamu itu.
Karena kelak engkau akan berpelukan,
Dengan bidadari di surga.
Apabila engkau harap menjadi penghuni surga abadi,
maka hindarilah jalan menuju api neraka.


RENDAH HATI
Bagaimana mungkin kita dapat sampai ke Sa’ad,
Sementara di sekitarnya terdapat gunung-gunung
dan tebing-tebing.Padahal aku tak beralas kaki,
dan tak berkendaraan.
Tanganku pun kosong dan,
jalan ke sana amat mengerikan.


TENTANG CINTA
Engkau durhaka kepada Allah,
dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya.
Ini adalah suatu kemustahilan.
Apabila benar engkau mencintai-Nya,
pastilah engkau taati semua perintah-Nya.
Sesungguhnya orang menaruh cinta,
Tentulah bersedia mentaati perintah orang yang dicintainya.
Dia telah kirimkan nikmat-Nya kepadamu,
setiap saat dan tak ada rasa syukur,
yang engkau panjatkan kepada-Nya.


KEPUASAN (QANA'AH)
Aku melihat bahwa kepuasan itu pangkal kekayaan,
lalu kupegang erat-erat ujungnya.
Aku ingin menjadi orang kaya tanpa harta,
dan memerintah bak seorang raja.


ANUGRAH ALLAH
Aku melihat-Mu pada saat penciptaanku,
yang penuh dengan anugerah.
Engkaulah sumber satu-satunya,
pada saat penciptaanku.
Hidarkan aku dari anugerah yang buruk.
Karena sepotong kehidupan telah cukup bagiku,
hingga saat Engkau mematikanku.

INDAH DUNIA KARENA KAMU ADA.....

LEVEL APAKAH CINTA KITA SEBENARNYA..


Minggu, 04 April 2010

SECARIK RENUNGAN DAN HARAPAN.............

"inginkah kalian masuk ke dalam syurgaNya?” 


serontak semua menjawab “mauuuu…”
Tertulis sebuah renungan penuh sarat, dalam selintas perjalalanan kehidupan.
Hari ini, aku bertekad untuk bangun malam dan kemudian shalat malam, lalu kemudian diteruskan shalat shubuh lalu membaca Al Quran, hingga matahari terbit menghangatkan bumi.
Dihari pertamaku bertekad ternyata shalat malamku tertinggal,macam2,kesibukan , bergaul dengan teman-teman hingga membuatku tidur terlelap, sampai-sampai shalat shubuh pun kulakukan menjelang shalat dhuha.
Hingga terkadang shalat dzhuhurku pun kulakukan menjelang ashar mulai memanggil. Penyesalan datang di dalam hati, pertanyaan muncul "kenapa, kenapa...?" lalu kutekadkan kembali untuk shalat malam malam ini, dan shalat fardhu tepat waktu, namun di hari berikutnya, kuulangi lagi seperti sebelumnya, terlewat lagi dan lagi.
Hari itu aku begitu sibuk, mengerjakan ini itu, hingga ponselku berbunyi, segera ku tinggalkan pekerjaanku dan kubaca sms yang masuk, lalu segera aku membalasnya. Ternyata temanku memberi tau, akan datang kerumah untuk memberikan sebuah novel kepadaku, betapa senangnya diriku, lalu sesampainya novel itu ditanganku langsung kubaca hingga selesai, tak sampai 1 hari aku membaca komik itu, padahal tebal hingga ratusan halaman, namun Al Quran yang hanya 114 surat 30 juz 1/3 nya pu aku tak hafal, ketika ditanya oleh sahabatku mengenai cerita komik itu begitu lancarnya aku menjelaskannya dan memberikan komentar.
Tapi jika ditanya makna surat Al Ikhlas pun aku diam seribu bahasa. Ketika suara sms berbunyi segera ku lihat dan cepat-cepat membalasnya, namun suara adzan berkumandang di sana sini, aku hanya mendengar lalu saja sambil berkomentar "Ahhh…sudah adzan lagi.."
Hingga hari itu, aku mendapatkan kabar temanku meninggal dunia, tersentak kaget mendengar kabar itu, temanku telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya dan di 1/3 malam dia menelpon aku untuk mengingatkan shalat malam.
Ajal, kematian satu kata yang membuat bulu kudukku merinding mendengarnya. Kenapa aku begitu takut?padahal kematian selalu mengiringiku kemanapun aku pergi, siap mengambil diriku kapanpun Allah menghendakinya. Sudah bertahun-tahun aku lalai, hari demi hari aku lalui seoalah kematian itu masih jauh menghampiri. Betapa banyak ibadah fardhu aku tinggalkan apalagi yang sunnah.
Sahabatku betapa dekatnya kematian dengan kita, namun sering kita melupakannya atau pura-pura tidak mengingatnya, kita menyadari bahwa ada rasa takut di dalam hati kita, rasa takut itu muncul karena kita menyadari bahwa kita belum siap menghadapi kematian itu.
Namun sejauh apapun kita berlari, sekeras apapun kita berusaha menghindar kematian itu akan tetap dating menghampiri, masih segar berita gempa yang menewaskan puluhan korban, beberapa korban ditemukan sudah tak bernyawa namun ada juga yang sudah sehari semalam tertimbun masih selamat atau ditemukan masih dalam keadaan hidup.
Kejadian itu, mengingatkan kita semua yang masih hidup bahwasannya kematian itu tidak bisa dihindari, ataupun kita tunda barang 1 detik pun, begitu pula sebaliknya jika Allah belum menghendaki maka kematian itu tidak akan terjadi. Mungkin kita ketika sedang bercengkrama dengan keluarga tertawa-tawa penuh canda, tiba-tiba ajal menjemput… apa yang bisa kita lakukan?Inilah jika Allah sudah berkehendak, siapapun tidak bisa mengelaknya.
Ketika kita diajukan sebuah pertanyaan “inginkah kalian masuk ke dalam syurgaNya?” serontak semua menjawab “mauuuu…” lalu semua ditanya, kalau begitu kalian sudah siap mati? Serontak semuanya kembali kompak, namun kompaknya adalah terdiam.
Padahal, bagaimana kita bisa masuk ke dalam syurganya yang maha indah, jika kita tidak mengalami kematian?Kematian adalah pintu menuju syurga. Namun kita tak pernah tau kapan kematian itu dating menjemput.
Begitu banyak orang yang tertidur lalu tak kembali bangun, mengendarai kendaraan tiba-tiba tertabrak, atau ketika sujud ajal menjemput. Bagaimana dengan kita?apa yang sedang kita lakukan ketika ajal menjemput?
Jadi, sahabatku sekalian yang dirahmati Allah swt, tak ada pilihan lain kecuali kita harus mempersiapkan diri, jadi kapanpun dimanapun kita siap bertemu dengan sang Khaliq. Salah satu caranya adalah berusaha selalu memperbaiki diri, dan berbuat kebaikan.
Seperti dalam Q.S Al Qashash: 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Semoga ketika kita dijemput kematian, kita dalam keadaan dekat dengan Allah swt. Dalam rahmatNya, cintaNya dan kasih sayangNya, sehingga kita menuju pintu kematian yang membukakan syurga yang indah dan menyenangkan. Atas ridho Allah SWT.
Amin Ya Rabbal alamin.

Essalavy country
parsy

Sabtu, 03 April 2010

SEDULURAN IS THE BEST...






Ahlan wasahlan,,...yaa akhy...
Assalamualaikum.Wr Wb.....

Ada Hadist Rasulullah Saw,yang artinya."Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahim. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya “.
Muhammad Baqir RA pernah mendapat wasiat dari ayahnya (Imam Zainul Abidin, ra). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku,"Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja.
Pertama,Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan.
Kedua,Orang Bakhil.Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.
Ketiga,Pembohong.Karena ia akan senantiasa menipumu.
Keempat,Orang jahil(bodoh tak mau belajar)Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu,namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu.
Kelima,Orang yang memutuskan tali silaturahim.Karenanya,janganlah berdekatan dengannya.
Memutus tali silaturahim adalah sesuatu yang dilarang oleh agama Islam.Dalam Q.S an-Nisa:1,Allah berfirman,Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta,dan (peliharalah) hubungan silaturahim.
Dalam kitab Ahkam al-Qur’an-nya,Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: "Takutlah kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali silaturahim".
Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a.berkata,ketika sore hari pada hari Arafah,pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw,tiba-tiba beliau bersabda,Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahim,silahkan berdiri,jangan duduk bersama kami.
Dan ketika itu,diantara yang hadir hanya ada satu yang berdiri,dan itupun duduk di kejauhan.Dan dalam waktu yang tidak lama,ia kemudian duduk kembali.Rasulullah bertanya kepadanya,”Karena diantara yang hadir hanya kamu yang berdiri,dan kemudian kamu datang dan duduk kembali,apa sesungguhnya yang terjadi?Ia kemudian berkata, “Begitu mendengar sabda Engkau,saya segera menemui bibi saya yang telah memutuskan silaturahim dengan saya.Karena kedatangan saya tersebut,ia berkata,“Untuk apa kamu datang,tidak seperti biasanya kamu datang kemari.”
Lalu saya menyampaikan apa yang telah Engkau sabdakan.Kemudian ia memintakan ampunan untuk saya,dan saya meminta ampunan untuknya (setelah kami berdamai,lalu saya datang lagi ke sini).
Lalu...
Rasulullah bersabda,“Kamu telah melakukan perbuatan yang baik, duduklah, rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum jika di dalamnya ada orang yang memutuskan silaturahim.” Rasulullah pernah bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahim,dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahim.”

Dalam sebuah riwayat lain,dari Anas r.a,ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahim.
Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah hadist,“Barangsiapa yang mengambil tanggung jawab atas suatu perkara,aku akan menjamin baginya empat perkara.Barangsiapa bersilaturahim,umurnya akan dipanjangkan,kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dipalangkan,dan ia aman masuk ke dalam surga.(Kanzul ‘Ummal).
Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga".Rasulullah menjawab;"Engkau menyembah Allah,jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu,engkau dirikan shalat,tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahim".(HR. Bukhari).
Dan yang terakhir, Rasulullah pernah berkata pada sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a bahwa tiga perkara berikut ini benar adanya.
Pertama,barangsiapa yang dizalimi kemudian ia memaafkan, maka kemuliannya akan bertambah.
Kedua,barang siapa yang meminta-minta untuk meningkatkan hartanya,maka hartanya akan berkurang.
Ketiga,barangsiapa yang membuka pintu pemberian dan silaturahim,maka hartanya bertambah.
Al-Qurthubi mengatakan,"Seluruh agama sepakat bahwa menyambung silaturahim wajib dan memutuskannya diharamkan".Ibnu Abidin al-Hanafi mengatakan;"Menyambung silaturahim wajib meskipun hanya dengan mengucapkan salam,memberi hadiah,memberi pertolongan,duduk bareng,ngobrol,bersikap ramah dan berbuat baik.Kalau seseorang yang hendak disilaturahimi berada di lain tempat cukup dengan berkirim salam walo lewat media,seperti titip salam lewat orang,sms,imel,facebook, namun lebih afdol kalau ia bisa berkunjung ke tempat tinggalnya".Orang yang menyambung silaturahim akan mendapat balasan di dunia berupa:
1. Mendapatkan ridho Allah SWT.
2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia.Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,“Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”
3. Menyenangkan malaikat,karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi.
4. Disenangi oleh manusia.
5. Membuat iblis dan setan marah.
6. Memanjangkan usia.
7. Menambah banyak dan berkah rejekinya.
8. Membuat senang orang yang telah wafat.Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa.Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan,mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini,suka bersilaturahim) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Dengan silaturahim yang teratur & terprogram dengan baik adalah bagian kunci suksesnya ukhuwah kita ini
Demikian semoga dapat bermanfaat.

sumber :cah santri assalafi,


Silaturahim adalah kunci terbukanya rahmat pertolongan Allah SWT,sekaligus pembuka pintu rezeki...wassalam..allohummajma'na bil markhuum...